IPhone “Antennagate”
Rupanya masalah ini berkaitan dengan desain antena baru yang diterapkan di iPhone 4. Apple menjadikan lapisan stainless steel yang mengelilingi perangkat tersebut sebagai tempat antena luar dengan harapan menangkap sinyal lebih baik. Namun, sentuhan tangan terhadap antena tersebut bisa menyebabkan gangguan yang justru melemahkan kemampuan penerimaan sinyal.
Steve Jobs memberikan penjelasan kepada para konsumen yang protes untuk “menghindari memegang iPhone dengan cara yang salah”. Hal ini tentunya tidak bisa diterima dan tidak meredakan protes dari para pengguna yang terlanjur kecewa dengan produk ini. Meskipun sempat bersikeras bahwa antenna iPhone tidak bermasalah, tapi akhirnya pada tanggal 16 Juli dan sebuah konferensi pers, Jobs mengakui bahwa “Kami tidak sempurna”.
Microsoft “Bunuh”Kin
Kin merupakan smart-phone gaya QWERTY yang dinilai gagal di pasara. Target pasar smart-phone ini sama sekali tidak menyukainya karena tampilan, gaya, dan sistem operasi yang digunakan dianggap jelek. Meskipun dengan penyesuaian harga yang mencapai potongan sebesar 60% dari harga asli, penjualan telepon ini tidak membaik, Kin dianggap tidak layak menyandang status sebagai “smart-phone”.
Kegagalan Ganda Google
Google Buzz merupakan produk Google yang sebelum peluncurannya sanagt digembar-gemborkan. Produk ini diumumkan pada 9 Februari 2010 di dalam sebuah konferensi pers di markas Google yang berada di Mountain View dan diluncurkan pada hari yang sama, pada pukul 11.00 pagi (waktu setempat) untuk gelombang pertama.
Akan tetapi Buzz langsung dibenci oleh para pengguna Gmail. Buzz dianggap melanggar privacy karena Gchat status yang seharusnya hanya dapat dilihat oleh orang-orang tertentu yang diijinkan oleh pemilik akun, ternyata muncul secara otomatis pada feed Buzz orang-orang yang pernah berkirim email dengan pemilik akun yang juga menggunakan Buzz.
Untuk eksploitasi terhadap privacy ini Google dituntut melanggar privacy pada tanggal 16 Februarui lalu. Fiasco ini telah membuat Google harus mengeluarkan dana penyelesaian sebesar 8.5 juta dolar.
Tidak cukup membuat keributan dengan fitur Google Buzz, kegagalan kedua menyusul dalam fitur Google TV. Siapa yang ingin bersantai di sofa dengan laptop di pangkuan? Bukankah inti dari menonton TV adalah agar kita bisa lepas sejenak dari komputer? Karena itulah 55% pengguna menyatakan dalam sebuah survey bahwa mereka “membenci” Google TV.
sumber : http://ictfiles.com/news/FYI/2010/12/28/produk_teknologi_yang_gagal_di_2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar